Pages

Kamis, 23 Juni 2011

Cinta yang tertunda


siapa gadis itu?? mengapa ia begitu berbeda? mataku tertuju padanya, g tinggalkan bunga yang ingin ku beli, aku terus saja mengikuti kemana gadis itu melangkah.

hey anak muda kalau jalan hati-hati , jalan kok mata celingak celinguk??

maaf pak saya tidak sengaja (sembari membantu barang dagangan yang tak sengaja terjatuh karena terenggol)
iya gak apa-apa lain kali hati-hati ya,,,

aku segera berdiri dan mencari dimana gadis itu, sayang sejauh mataku mencari se isi pasar gadis itu tak kunjung ku temukan, rasa penasaran mulai menggerayangiku, untungnya aku sempat memotretnya meskipun hanya dari samping.

angga.. kemana aja kamu aku cari dari tadi, katanya mau beli bunga..
sory man tadi aku lihat cewek cantik banget, dan lebih bikin aku kagumnya lagi, pakaian dia ituloh man beda ama cewek-cewek lain.

ah .. sudahlah ayo pulang ibuku sudah menelphon tadi..

ok aku perkenalkan dulu siapa aku, aku angga sulistio, aku seorang fotografer yah walaupun sebenarnya fotografer hanya sekedar hobyku, sekrang aku sedang berada didesa sahabatku yono, aku sengaja jauh jauh dari jakarata kesini untuk memotret ke indahan yang ada di desa ini.

yono aku tadi lihat gadis itu cantik banget (sambil duduk diberanda rumah)
ah kamu kayak belum pernah lihat cewek aja di jakarta
ini beda yon, dijakarta sih cewek yang ku lihat biasa aja gak ada yang istimewa.
emang apa sih istimewanya cewek ini, ini di desa man, jangan-jangan kamu lihat hantu lagi, masak di desaku ada cewek yang menurutmu sangat cantik, melebihi cewek jakarta?? aneh banget.
pakaiannya ituloh.. coba kamu lihat (sambil menunjukkan hasil jepretan tadi)
hahahahahahahahah sejak kapan seorang angga suka ama cewek yang berjilbab panjang gini?
yee aku serius ne yon, perfect banget gitu aku lihatnya...
ya sekarepmulah ga..

ayo makan dulu ni ibu sudah masak untuk kalian
gorengan pisang buk, wes mantab ne buk pas lagi gerimis, makasih ya bu
iya dihabisin lo ya, jangan sampe ada sisa
tenang aja bu kalau angga ini rajanya makan gorengan.

------------
Ga.. bangun ga sholat subuh udah jam 05.00 ne.
ntar lagi yon aku masih ngantuk
ayo bangun (menarik selimutku)
iya aku bangun, bawel banget ya kayak bibi odah aja
sialan aku disamain ama si bibi pembokatmu, ayo buruan bangun
iya bawel (sembari bangun ke kamar mandi untuk mengambil wudhu')

yon pagi-pagi buta gini orang-orang dikampungmu udah pada beraktifitas ya
jelas dong, kamu gak lihat aku apa?? aku kan rajin kayak mereka
rajin gundulmu, disini aja kamu rajin coba waktu masih di jakarta kamu tu paling males di antara kami semua
jangan keras-keras dong ntar emmak aku dengar, mati aku di gorok dia


----------
wow jembatan yang indah ne bro...
ya iyalah suramadu gitu aku ceritain ya sejarahnya..
Di tahun 1960-an, Prof. Dr. Sedyatmo (alm) mengusulkan sebuah ide mengenai hubungan langsung antara pulau Sumatera dan Jawa. Sebuah ide dan teroboson 'berani' di zaman itu. Ide itu ternyata mendapat respon. Sebagai tindak lanjut, tahun 1965 dibuatlah uji coba desain (jembatan Sumatera-Jawa (Jembatan Selat Sunda) yang dibuat di Institut Teknologi Bandung (ITB). Gagasan dan konsep-konsep pengembangan jembatan antar pulau selanjutnya disampaikanlah kepada Presiden RI Soeharto awal Juni 1986.

Bulan Februari 1986, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bertemu dengan delegasi dari perusahaan perdagangan Jepang. Kemungkinan kerjasama proyek-proyek di Indonesia pun dibahas. Gayung pun bersambut. Para delegasi Jepang tersebut menyatakan memberi angin positif untuk kerjasama dalam proyek hubungan langsung Jawa-Sumatera-Bali.

Pemerintah Indonesia juga semakin bersemangat melakukan persiapan. Atas dasar konsep-konsep dari Prof. Sedyatmo, Juni 1986, Presiden Soeharto menunjuk Menteri Negara Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) BJ Habibie. Kajian awal kemungkinan hubungan langsung antarpulau Sumatera-Jawa-Bali pun dilakukan.

Proyek ini diberi nama Tri Nusa Bima Sakti. BPPT diberi tugas melakukan studi terkait dengan kondisi alam, sedangkan Departemen Pekerjaan Umum (DPU) melakukan studi tentang sosio-ekonomi dan implementasi. Di waktu yang sama, delegasi Jepang yang dipimpin Dr. Ibukiyama datang ke Indonesia untuk melakukan kajian awal. (JIF), sebuah forum kerjasama yang dibentuk perusahaan swasta Jepang dan BPPT mengusulkan untuk menyelanggarakan seminar di Jakarta sebagai usaha mempromosikan proyek Trinusa Bima Sakti. Seminar dengan judul "Japan-Indonesia Seminar on Large Scale Bridges and Under Sea Tunnel" dilaksanakan di Jakarta, 21-24 Japan-IndonesiaScience and Technoloy Forum September 1986. Seminar tersebut kemudian dilanjutkan dengan serangkaian studi pendahuluan hingga tahun 1989. Karena studi tersebut mencakup hubungan tiga pulau atau lebih, nama proyek disempurnakan menjadi "Proyek Tr i Nusa Bima S a k t i dan Penyeberangan Utama". Dari kajian-kajian yang dilakukan, yang dianggap layak untuk segera diimplementasikan adalah hubungan langsung Jawa-Madura/ Bali.

Waktu terus bergulir. Departemen Pekerjaan Umum (DPU) dan BPPT, Desember 1986, secara terpisah menyampaikan proposal terkait proyek Tri Nusa Bima Sakti kepada Bappenas dan Sekretariat Kabinet (Setkab). Di saat yang sama, hasil kajian yang dipimpin oleh Dr. Ibukiyama juga dikirimkan ke Bappenas dan Setkab.

Tujuh bulan kemudian, dalam rapat tahunan JIF yang membahas kerjasama teknik, perwakilan dari Jepang menyetujui mengirimkan dua tenaga ahli, yaitu ahli Geologi dan ahli Vulkanologi. Mereka bertugas membantu BPPT melakukan kajian tentang kondisi alam. Sementara untuk studi sosio-ekonomi dan implementasi, DPU dibantu seorang ahli bidang Perencanaan Transportasi dan Rekayasa Jembatan/ Terowongan. Dalam perjalanan waktu, muncul kendala dalam pengadaan tanaga ahli Geologi untuk jangka panjang. Delegasi Jepang (Kementerian Trasportasi) mengusulkan pemikiran di mana survei geologi dilaksanakan setelah didapat hasil kajian tentang prospek perencanaan transportasi dan perencanaan konstruksi jembatan/ terowongan.

Tindak lanjutnya, Juli 1988, Mr. Furuya Nobuaki, ahli transportasi dan rekayasa jembatan/ terowongan dari Badan Otorita Jembatan Honshu-Shikoku mulai berkantor di DPU. Kemudian bulan Oktober 1988, Mr. Kobayashi, ahli dari Perusahaan Umum Pembangunan Jaringan Kereta Api Jepang menginjakkan kaki di BPPT.

Selanjutnya, Desember 1988, dilakukan kesepakatan antara DPU dan BPPT tentang kajian bagi proyek tersebut. DPU bertanggung jawab melaksanakan studi sosio-ekonomi, termasuk di dalamnya estimasi kebutuhan lalulintas, sambil melakukan kemitraan dengan instansi lain. Sedangkan BPPT bertugas melaksanakan studi pengembangan teknik dan kondisi alam. Dari kesepakatan itu, sebuah komite akan dibentuk agar pelaksanaan studistudi tersebut berjalan efektif.


Perjalanan kemudian sampai di 9 Januari 1989, saat dibentuk untuk Proyek Tri Nusa Bima Sakti dan Penyeberangan Utama yang terdiri dari :


Ketua

Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro
Deputi Adm. BPPT

Ketua I

Ir. Ruslan Diwiryo
Deputi Pengembangan Wilayah Bappenas

Ketua II

Ir. Suryatin Sastroamijoyo
Dirjen Bina Marga, DPU

Pra Studi Kelayakan Jembatan Suramadu


Langkah kemudian pun semakin konkret dengan dilaksanakannya Preliminary study on Pra Studi Kelayakan Jembatan Suramadu Surabaya-Madura Bridging Project oleh JIF dan BPPT atas biaya dari pihak Jepang, Maret-Oktober 1990. Hasilnya diperoleh rekomendasi penting, bahwa dengan kondisi Surabaya sebagai pelabuhan terbesar kedua setelah Jakarta, serta industri ekspor sistem padat karya, maka pengembangan pulau Madura menjadi kunci pokok dalam perluasan kota metropolitan Surabaya. Melihat potensi pengembangan yang tinggi, maka pembangunan Jembatan Suramadu menjadi penting. Rekomendasi ini kemudian menjadi titik penguat untuk melakukan studi teknis dan studi pendukung lainnya. Studi ini berlangsung tahun 1990 hingga 1995. BPPT pun menyiapkan biaya dari anggaran Daftar Isian Proyek (DIP).


Akhirnya, 14 Desember 1990 Proyek Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura dan Pengembangan Kawasan dikukuhkan sebagai proyek nasional melalui penerbitan Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1990 tentang Proyek Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura yang sekaligus memutuskan untuk membentuk tim yang terdiri dari:

Menhankam, Menkeu, Men. PU, Menperin
Menhub, Menparpostel, Mentamben,
Menneg.PPN/Ketua Bappenas, Menpera,



1. Tim Pengarah


Ketua Tim Pengarah :
Menteri Negara Riset dan Teknologi/ Kepala PPT
Anggota :
Menneg.KLH, Panglima ABRI, KS TNI AL, Ketua BPN, Ketua BKPM, Koordinator Proyek.
Sekertaris tim pengarah
DeputiKetua Bidang Administrasi BPPT.


2. Tim Pengawas


Ketua Tim Pengawas :
Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur
Anggota TimPengawas :
Instansi-instansi terkait yang diangkat/ diberhentikan oleh Ketua TimPengawas.


3. Koordinator Proyek

Koordinator Proyek :MohammadNoer, yang dibantu oleh para pembantunya yang diangkat olehKoordinator Proyek Berdasarkan SK Menneg. Ristek/Ka. BPPT No: 283/M/BPPT/VI/91, telah ditunjuk PT Dhipa Madura Pradana (PT DMP) sebagai Pelaksana Proyek Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura dan Pengembangan Wilayah bekerjasama dengan institusi terkait.

Selanjutnya PT DMP membentuk Konsorsium Indonesia yang terdiri dari: PT Jasa Marga, BPIS, PT SIER, dan PT BUKAKA. Selain itu juga dibentuk Konsorsium Jepang yang terdiri dari: Mitshubishi Corp, Itochu, Shimizu, Long Term Credit Bank (LTCB). Rapat pertama tim pengarah yang dilaksanakan Maret 1991, memutuskan pembinaan koordinasi proyek ini dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri. Agenda selanjutnya dibuat rencana kegiatan oleh pelaksana proyek. Terkait dengan tinggi bebas dan bentang bersih jembatan (clearance) jembatan, dikoordinasikan dengan Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan Departemen Perhubungan.

Di rapat kedua, Maret 1992, tim pengarah meminta agar PT DMP segera menyelesaikan Feasibility Study dan Bankable Proposal. Rapat juga memutuskan agar BPPT membantu DPU dan PT DMP dalam melaksanakan studi teknis jembatan yang meliputi survei, engineering design dan pengujian. Dan di rapat ketiga tim pengarah, Maret 1994, DPU menyatakan kesiapannya untuk mendukung proyek ini dengan menyiapkan PSDPU (Prasarana dan Sarana Dukungan Pekerjaan Umum). Pihak PT DMP kemudian diminta segera menyelesaikan Action Program yang baku beserta studi lingkungan untuk pengembangan kawasan dan studi resettlement. Selain itu BUMNIS/ BUMD juga akan diikutsertakan dalam proyek ini sebagai pemegang saham.

Setelah memasuki rapat keempat, April 1995, Konsorsium Jepang diminta segera mengusahakan pendanaan. Sementara PT DMP diminta segera menyelesaikan pembebasan tanah untuk keperluan kawasan. Pelaksanaan proyek di lapangan selanjutnya dibawah tanggungjawab DPU.

Krisis Moneter Yang Menunda

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997 menunda sejumlah proyek besar, salah satunya Jembatan Suramadu


Namun, malang tak dapat ditolak. Semangat berletup untuk segera mewujudkan proyek besar ini harus redup sesaat. Krisis ekonomi yang melanda Asia Tenggara, juga menerpa Indonesia. Kondisi ekonomi pun menjadi carutmarut. Krisis yang tak mampu ditepis membawa efek domino yang berakibat langsung pada rencana pembangunan jembatan Suramadu. Dengan kondisi ini, dalam sidang kabinet 16 September 1997, pemerintah memutuskan untuk menunda pelaksanaan pembangunan beberapa proyek besar termasuk rencana pembangunan jembatan Suramadu. Penundaan tersebut diperkuat dengan Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 1997, tanggal 20 September 1997, tentang Penangguhan/ pengkajian kembali proyek pembangunan BUMN dan swasta yang berkaitan dengan Pembangunan/ BUMN.

Penundaan ini dimaksudkan untuk mengamankan kesinambungan perekonomian dan jalannya pembangunan nasional. Proyek Jembatan Surabaya-Madura termasuk dalam daftar proyek yang ditangguhkan. Namun bukan berarti proyek ini berhenti. Dalam Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1998 tentang prioritas program infrastruktur, dinyatakan apabila pembangunan Jembatan Surabaya-Madura akan dilanjutkan, maka kegiatan tersebut harus masuk daftar prioritas infrastruktur yang dikoordinasikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Sebuah perubahan kemudian terjadi. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Juni 1998, menyatakan pelaksanaan proyek pembangunan jembatan Surabaya-Madura tidak lagi melibatkan PT DMP. Untuk itu perlu dilakukan dievaluasi kembali tentang adanya konsorsium baru, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.



Upaya Provinsi Jawa Timur

Meneruskan Cita-cita Pembangunan

Semangat desentralisasi yang tertuang dalam UU Nomor 22/1999 tentang Otonomi Daerah, tanggal 7 Mei 1999, memberikan kewenangan kepada daerah dalam hal ini Propinsi Jawa Timur untuk berperan dalam Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura. Pada bulan Desember 1999 dilakukan rapat koordinasi antara Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Timur, PT. Jasa Marga dan Koordinator Proyek di Surabaya: Kesepakatan yang didapat pada pertemuan tersebut adalah:
Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Timur bermaksud untuk mengambil alih tanggungjawab pelaksanaan proyek Jembatan Suramadu dari Departemen Pekerjaan Umum pada bulan September 2000. PT. Jasa Marga akan bertindak sebagai fasilitator dalam melakukan evaluasi biaya investasi dan penyelenggaraan jalan tol untuk Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Timur.

Untuk itu PT. Jasa Marga akan membantu mengevaluasi aspek investasi dengan skema Special Yen Credit, Soft Loan atau Modifikasi Investasi. Sesuai dengan semangat reformasi masyarakat Madura menginginkan dilaksanakannya redesign terhadap jembatan Suramadu. Engineering Design Jembatan beserta hasil pengujian dan studi pendukung lainnya yang telah ada, akan diminta dari BPPT dan Departemen Pekerjaan Umum untuk memudahkan dalam kegiatan Kaji Ulang Studi Kelayakan (Review Feasibility Study) dan redesign jembatan.


Melalui Surat Gubernur Jatim Nomor:602/1746/201/2001, tanggal 11 Oktober 2001 dan Nomor: 602/2332/201.3/2001, tanggal 26 November 2001, Pemerintah Jawa Timur mengajukan Permohonan Inisiasi Pelaksanaan Pembangunan Jembatan Suramadu dan Pencabutan Keputusan Presiden RI nomor 55 Tahun 1990.

Selain itu, 14 Januari 2002 dilakukan sosialisasi pembangunan jembatan Suramadu oleh Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo di depan alim ulama dan tokoh masyarakat Madura di Pamekasan. Rencana melanjutkan kembali pembangunan Jembatan Suramadu ini direspon dan sambutan yang sangat baik dari masyarakat Madura. Mereka juga mengharap kesungguhan pemerintah pusat dalam rencana pembangunan Jembatan Suramadu. Selain itu Bupati / DPRD diharapkan mengantisipasi selesainya pembangunan jembatan ini dengan tata ruang, perencanaan ekonomi, serta rencana induk pembangunan Pulau Madura dengan tepat. Langkah pemerintah provinsi ini dijawab oleh Pemerintah Pusat melalui Surat Menteri Negara Ristek/ Kepala BPPT kepada Presiden RI, No: 07/M/I/2002, tanggal 23 Januari 2002, perihal Inisiasi Pelaksanaan Pembangunan Jembatan Suramadu, yang menyatakan dukungan penuh atas langkah nyata yang diambil oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur.


Melalui surat tersebut juga dinyatakan perlunya diterbitkan Keputusan Presiden baru untuk menyatakan bahwa proyek Jembatan Suramadu adalah termasuk proyek prioritas dan sekaligus mencabut Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1990.


Titian Perjalanan Baru

Kepres 79 / 2003 merupakan titian awal dimulainya kembali pembangunan Jembatan Suramadu


Seiring membaiknya situasi perekonomian, maka keluarlah Keputusan Presiden Nomor 79 tanggal 27 Oktober 2003 tentang pembangunan Jembatan Surabaya-Madura yang menyatakan bahwa pembangunan Jembatan Suramadu dapat dilanjutkannya kembali.

Dalam Keputusan Presiden tersebut juga dinyatakan pembangunan Jembatan Suramadu dilaksanakan sebagai bagian dari pembangunan kawasan industri, perumahan dan sektor lainnya dalam wilayah kedua sisi ujung jembatan. Pelaksanaan pembangunan Jembatan Suramadu juga harus memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi Jawa Timur dan Rencana Tata Ruang Kawasan (RTRK) Gersik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbang Kertosusila) serta Pamekasan, Sampang dan Sumenep. Dengan Jembatan Suramadu, yang akan menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura melalui jalan darat, diharapkan ketimpangan sosial dapat segera direduksi. Arus transportasi yang cepat dan efektif akan membuat perkembangan Madura segera melejit, bersaing dengan daerah-daerah lain.

Tata wilayah dan tata guna lahan juga akan terbentuk secara proporsional. Proyek ini kelak diharapkan dapat mengukir sejarah baru dalam perkembangan transportasi di Indonesia karena untuk pertama kalinya dibangun jembatan yang menghubungkan antar dua pulau, sekaligus menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.


NOTE : Sejarah ini adalah sekelumit dari catatan perjalanan pembangunan Jembatan Suramadu yang telah kami dapatkan.(pada tahun 2005) Saat ini sedang dipersiapkan penyusunan sejarah lengkap pembangunan Jembatan Suramadu yang akan melibatkan semua unsur yang pernah terlibat, yang diharapkan rampung sebelum Jembatan ini selesai akhir 2008. Sumbang saran dan data-data sangat kami harapkan demi lengkapnya penulisan sejarah ini..
(Sumber http://www.suramadu.com)

panjang amat sejarahnya bro... ampe ngantuk neh,, tapi seru bangets ya ..
ya iyalah surmadu gitu
mulai deh baru di puji dikit dah ngelunjak ne :(
hehe sory bro bawaan lahir, , eh bro fotoin aku yak.. narsis dikit
lebiasaan mah dirimuw tu..
eh angga 1 minggu lagi aku ada reunian SMA kamu ikut ya, biar aku ada kawan..
emang boleh gitu gwa ikut, gwa kan bukan alumni SMA lho
ya udah gak apa, santai aja lagi kan ada aku..
hmmm ya bolehlah, asal gwa gak dicuekin aja pas disana
ya ampun gaklah emang sejahat apa seh daku padamu (merangkul bahu angga sembari berjalan menikmati suasana suramadu)
yon gwa mau tanya boleh??
ya boleh mau tanya apa??
lo pernah jatuh cinta gak??
ngapaian kamu nanya yang begituan, tmben amat biasanya juga nanya masalah fothografi
habisnya gwa lihat lo selama di kampus kagak punya cewek, atau jangan-jangan lo homo
hmmmm enak aja lo ngomong,,, mau tau gak alasanku kenapa gak mau pacaran??
iya.. apaan tu??
tapi janji jangan ketawa ya..
iya.. buruan kenapa?? bikin orang penasaran aja
sebenarnya aku udah punya tunangan dari kecil (sambil malu-malu)
wkwkwkwkwkwkwkwk (angaa tertawa sejadi-jadinya).. lo punya tunangan.. ah sakit perut gwa
nah loh tadi udah janji gak mau ketawa ne malah ngakak, gak malu apa dilihatin oeang (dengan muka malu)
sory bro gwa gak bisa nahan ketawa gwa.. sorry, jadi tunangan lo dimana sekarang
tunangan gwa bukan orang sembarang ya,, dia sipesantren bro, biasa sesuai kebiasaan desa gwa, cewek tu biasanya besar di pesantren biar ntar kalau nikah bisa tau bagaimana menggurus rumah tangga,,


To be continue

Cintaku Tersurat


Sore itu aku pergi mengantar ibuku ke pengajian rutin dikomplekku, udara sedikit terasa dingin maklum saja sudah sejak jam 03.00 pagi hujan menghantam kota ini. Sembari menunggu ibuku selesai pengajian aku duduk di pos satpam didekat masjid, tanganku mengotak ngatik Handpone agar kejenuhan yang terasa tidak telalu mengganggu saat tanganku asik memainkan HP tiba-tiba ada seorang gadis yang sangat cantik jelita, dibalut gamis warna putih yang dipadu pink. Mendatangiku.
Assalamu a’laykum…
Wa’alaykumus salam, aku menjawabnya dengan terbata-bata.
Afwan saya mau Tanya apa ini musolah Nurul jannah??
Iya benar mbak ini musholah nurul jannah.
Terimakasih (Ucapnya dengan lembut sembari meninggalkanku di pos ronda dengan hati yang berbunga-bunga).
Oh ya namaku zaky.. nama lengkapku moh. Zaky, aku adalah anak tunggal dikeluargaku umurku sudah 23 tahun dan sudah menamatkan S1 di ITB jurusan teknik informatika, aku tidak bekerja sebagai mana tamatan sarjana biasanya karena aku membuka usaha sendiri sehingga aku tidak perlu bekerja untuk menopang hidupku, kegiatanku sehar-hari hanya dirumah saja atau pergi memancing diakhir pekan. Sebenarnya aku sedang mencari seorang pendamping hidup namun belum ada yang masuk kriteriaku, aku mengnginkan seorang istri yang cantik, putih dan tinggi sebagaimana keinginan laki-laki normal lainnya, namun sampai saat ini aku belum menemukan wanita yang sesuai dengan seleraku, sampai-sampai ibuku mejodohkanku dengan anak temannya beruntunglah ibuku mengerti dan tidak melakukan perjodohan lagi.

Pada jam 5 sore pengajian ibuku telah usai, saat ibu-ibu berkerumun didepan musholah untuk pulang aku melihat lagi gadis yang tadi, dengan sengaja aku memandangnya aku kira dia adalah anak salah satu teman ibuku, namun sayang dugaanku salah ternyata dia adalah pemateri dipengajian ibuku. Sontak saja aku dibuat kaget olehnya karena sungguh perawakannya yang masih muda masih belum masuk akal jika di seorang ustadzah, aku melihat langkah kakinya saat menaiki motor mionya yang berwarna hijau sembari pergi dengan melontarkan senyuman pada ibu-ibu pengajian.
Zaky…. Panggilam ibu mebuyarkan lamunanku
Zaky kamu ngelihatin siapa?
Gak ada bu Cuma lihat jalan saja (sembari menyebunyikan perasaan grogiku).
Hmmm ibu tau jangan-jangn kamu nksir ya sama ustdzah zainah??
Jadi nama gadis itu zainah(gumamku dalam hati)
Ah ibu ini apa-apaan sih, mana mungkin aku suka sama gadis berjilbab ibu kan tau tipeku.. ya udah yuk pulang bu gak usah dibahas ntar panjang lagi pembahasannya.
Dalam benakku semakin tumbuh rasa penasaran pada gadis itu, maih muda namun sudah sempurna meutup auratnya, meskipun kulitnya tidak begitu putih dan badannya tidak begitu tinggi namun ntah kenapa rasa ketertarikan dalam hati ini tidak bisa ku bendung lagi. Akupum mencari informasi tentang gadis ini, pertama aku minta dari ibuku.

Untuk apa kamu minta no hp ustdzah zainah le?
Ya buat belajar agma buk, emang gak boleh?
Ya boleh sih le tapi kenapa mesti sama ustadzah zainah le? Kan ustads burhan ada!!
soalnya ustadah zainah kan lebih muda bu jadi pastinya lebih mengerti tentang perasaan zakiy bu.
Ya sudah ini no hpnnya, tapi ingat jangan macam-macam ya le.
Ya bu , gak percayaan amat sama anakmu iki bu.
No hp zainah sudah di tanganku, lalu aku harus bagaimana? Apakah aku akan meng sms nya dan mengajaknya berkenalan? Oh tidak bisa, pasti dia tidak akan membalas sms ku aku yakin itu. Tapi kalau aku tidak meng sms nnya dan tidak mengatkan betapa kagumnya aku padanya, maka aku akan semakin tersiksa dengan perasaan ini, oh tuhan tolonglah hambamu ini.
2 bulan sudah perasaanku tidak menetu senyuman manis zainah selalu hadir menemani hari-hariku, batinku tersiksa namun aku tak kuasa untuk mengatakan perasaanku, apalagi selama dua bulan ini bukan ustadzah zainah yang mengisi acara di pengajian rutin ibuku, kata ibuku zainah mengisi pengajian saat itu karena menggantikan tantenya yang sedah sakit yaitu ustdzah tikha. Karena aku sudah tidak tahan lagi menahan perasaan gundahku akhirnya aku mengatakan pada orang tuaku untuk melamarkan zainah untukku. Betapa terkejutnya orang tuaku dengan permintaanku itu, karena setau mereka tipe wanita yang ku dambakan untuk menjadi istri bukanlah seperti zainah, namun kenapa tiba-tiba aku ingin melamar zainah.
Le apa ibu gak salah dengar?
Gak bu zaky serius ingin memperistri zainah.
Alhamdulillah le akhirnya kamu berubah juga, dulu kamu kurang suka pada wanita berjilbab.
Zaky juga tidak mengerti dua bulan sudah pikiran zaky tidak perneh terlepas dari bayang-bayang zainah.
Kalau sudah begitu inginmu ayah dan ibu akan mencoba menghubungi ustdzah tikha dulu mungkin saja beliau bisa membatu.
Kelegaan dalam hati sedikit terasa karena aku sudah memberi tau ibuku tentang perasaanku pada zainah.
Hari ini 1 januari 2012 ada seminar motivasi, aku di ajak rekan bisnisku untuk mengikuti seminar motivasi, maklum saja semenjak kejadian aku bertemu dengan zainah motivasi dalam diri ini sedikit berkurang mungkin inilah cinta.
Seperti kata temanku misteri itu bukan cinta tapi cinta adalah bagian dari misteri. Dan misteriku dalam cinta adalah kapan aku bisa bertemu dengan zainah lagi, dan menjadikannya istri.
Acara seminar motivasipun dimualai namun aku tidak begitu antusias seperti yang lainnya, aku hanya diam dan memperhatikan saja.
Baiklah sekrang saatnya pembicara kita yang sudah lama kita tunggu-tunggu ... berikan tepuk tangan yang meriah untuk mbak zainatuttayyibah...
Subhanallah itukan zainah.. senymku mulai merekah, oh Allah apakah aku tidak salah lihat motivator yang berdiri didepan sana adalah benar2 zainah, gadis yang kutemui 6 bulan lalu? Tidak bisa kusembunyikan perasaan gembiraku saat itu. Saat acara selesai akhirnya kau memberanikan diri pergi berkenalan dengan zainah...
Assalamu a'laykum, zainah??
wa'alaykumus salam.. iya.. sepertinya saya pernah melihat anda?
Iya... kenalkan namaku zaky (dengan mengulurkan taga untuk berjabat tangan)
zainah (dengan meyatukan tangan kanan dan kirinya alias tidak menyambut tanganku)
oh maaf kataku dengan grogi.., jadi kamu seorang motivator?
Gak juga cuma memberikan sedikit ilmu saja .
Oh ya yang tadi itu no hpmu ya? Masih dengan gerak gerik yang grogi
iya.. itu no hp saya.. kalau butuh bantuan hubungi saja no hp itu, salam ya buat bunda..
maksudmu ibuku?

Iya untuk ibu anda.. saya pergi dulu ya sudah di tunggu sama panitia. Assalamu'alaykum

wa'alaykumus salam.

Jilbabku Perisaiku


Jilbabku memang perisaiku! Yang membuat aku semakin jauh dari kenyamanan dan jodoh. Yang membuat aku semakin dekat dengan cibiran banyak orang.
Aku sudah lama gerah dengan jilbabku ini. Aku adalah perempuan yang hampa. Usiaku sudah berkepala tiga. Penampilan terlalu biasa. Ditambah lagi jilbab besar yang sekarang bukan hanya merepotkan badan tapi jiwa. Badanku gerah. Kota Batam yang panas membuat aku gerah dengan jilbab ini karena harus naik turun angkot dan ojek kemana-mana. Jiwaku penat. Jilbabku menjadi alasan banyak lelaki untuk pergi jauh perlahan. Berpuluh perkenalan menjadi berpuluh luka hati.
20 tahun yang lalu. aku adalah seorang wanita biasa dengan wajah yang biasa tentunya tidak memakai jilbab. Waktu itu aku adalah salah satu mahasiswi disalah satu universitas yang cukup ternama dibatam, aktivitasku sehari-hari hanya sebagai mahasiswi, aku bukan orang pintar atau orang yang cantik aku adalah wanita biasa namun berasal dari keluarga yang kaya raya. Dari kekayaan itu semua orang menyukaiku bahkan para lelaki takluk dibawah kakiku. Aku seperti cleo patra diperebutkan banyak lelaki. Meskipun wajahku tak secantik dia.
Singkat cerita niatku memakai jilbab berawal saat aku mamasuki perguruan tinggi awalnya mungkin niatku kurang baik bahkan mungkin sangat memalukan aku ingin memakai jilbab karena aku menyukai salah satu ikhwan anggota LDK(Lembaga Dakwah Kampus) dikampusku nama ikhwan itu Amir Ar-Ra'id , dulu aku tidak tau apa itu ikhwan aku kira hanya sebutan bagi anak LDK termyata dugaanku salah ikhwan itu bukan hanya sekedar sebutan tetapi sebuah predikat atau panggilan bagi laki-laki yang benar-banar taat dan faham agama, awalnya aku heran setiap aku ingin bersalaman dengan dia pasti tangannya langsung ditarik, saat aku sms dengan kata mesra dia tidak pernah membalas smsku. aku mulai penasaran dan tertantang untuk mendapatkannya maklum dengan kekayaanku dan ketenaranku aku merasa malu jika aku tidak bisa mendapatkannya.

Aku mulai menyelidiki siapa dia sebenarnya dan akhirnya aku tau kalau aku bukanlah tipe wanita yang dia inginkan, wanita yang dia inginkan adalah wanita berjilbab atau yang biasa disebut akhwat aku mulai mengatur siasat bagaiman dia bisa tertarik padaku dan akupun menemukan jawabannya, ya akhirnya aku bergabung dengan LDK dikampusku tujuanku awalnya memang bukan tujuan mulia aku masuk LDK untuk mencari perhatian amir, amir panggilan yang biasa digunakan oleh teman-temannya termasuk olehku hanya saja aku memakai suku kata kak didepannya, perlahan tapi pasti aku mulai merasa nyaman dengan lingkungan pergaulanku yang baru, aku merasakan kehangatan keluarga meskipun aku tidak mempunyai iktan darah dengan mereka, kakak seniorku yang rata-rata memakai jilbab panjang begitu ramah padaku meskipun aku belum memakai jilbab dan subhanallah pada saat MABIT(Malam Bina Iman dan Taqwa) dadaku begitu terhenyak pada sesi muhasabah diri, keringat dingin dan air mataku mewarnai muhasabah pada malam itu, sudah menjadi takdir ALLAH aku mendapat hidayah pada malam itu dengan cepat dan membaca Basmalah akupun memperbaiki niatku masuk LDK ini dan perasaanku terhadap kak amirpun berubah aku tidak lagi menginginkan dia menjadi pacarku aku hanya menganggapnya sebagai saudaraku.
Keesokan harinya aku memohon izin pada ayah dan ibuku kalau aku ingin memakai jilbab, aku kira mereka akan merasa senang dengan keputusanku namun aku salah ayahku menentang keras keputusanku, aku menagis mendenngar kata-kata yang ayah lontarkan